Franchise Tomoro Coffee: Estimasi Balik Modal/BEP & Keuntungan

Industri kopi di Indonesia kini sedang berada pada masa kejayaan yang sangat luar biasa. Fenomena ini terlihat dari menjamurnya kedai kopi di setiap sudut kota besar hingga ke pelosok daerah. Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian saat ini adalah Tomoro Coffee. Brand ini tidak hanya menjual minuman, tetapi juga menawarkan konsep gaya hidup modern yang sangat relevan.
Banyak pengusaha mulai melirik potensi besar dari sistem kemitraan yang ditawarkan oleh jaringan kopi ini. Mereka melihat pertumbuhan gerai yang sangat masif sebagai indikasi keberhasilan model bisnis yang diterapkan. Hingga memasuki tahun 2026, ekspansi brand ini terlihat semakin agresif dengan target ribuan gerai di seluruh Asia Tenggara. Jika Anda sedang mencari peluang investasi, memahami seluk-beluk franchise Tomoro Coffee adalah langkah awal yang sangat krusial.
Mengenal Model Bisnis Franchise Tomoro Coffee
Tomoro Coffee merupakan jaringan kedai kopi yang mengusung teknologi canggih dalam setiap proses penyajiannya. Mereka menggunakan biji kopi 100% Arabika berkualitas tinggi yang dipadukan dengan mesin otomatis berstandar internasional. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi rasa di setiap cabang yang berbeda. Sistem ini tentu sangat memudahkan bagi Anda yang belum memiliki pengalaman mendalam di dunia barista.
Model bisnis franchise Tomoro Coffee dirancang dengan standar operasional prosedur yang sangat ketat namun efisien. Dukungan dari kantor pusat mencakup manajemen rantai pasokan, pelatihan sumber daya manusia, hingga strategi pemasaran digital. Anda tidak perlu pusing memikirkan pengembangan menu karena inovasi produk dilakukan secara berkala oleh tim ahli. Keunggulan inilah yang membuat banyak investor merasa aman saat menanamkan modalnya di sini.
Permintaan pasar terhadap kopi berkualitas dengan harga terjangkau terus meningkat setiap tahunnya. Brand ini berhasil mengisi celah pasar tersebut dengan memposisikan diri di antara kedai kopi lokal kecil dan gerai premium internasional. Dengan branding yang kuat, setiap gerai baru biasanya langsung mendapatkan perhatian dari konsumen setia maupun pelanggan baru di sekitarnya.
Estimasi Modal dan Biaya Investasi Terbaru
Sebelum memutuskan untuk bergabung, Anda harus memahami struktur biaya yang dibutuhkan untuk membuka satu gerai. Investasi awal untuk franchise Tomoro Coffee berada pada kisaran angka yang cukup kompetitif di kelasnya. Berdasarkan data terbaru tahun 2026, total modal yang perlu disiapkan berkisar antara Rp500 juta hingga Rp800 juta. Variasi harga ini sangat bergantung pada luas lokasi dan jenis konsep toko yang Anda pilih.
Berikut adalah beberapa komponen utama yang masuk dalam biaya investasi tersebut:
- Biaya lisensi atau hak penggunaan merek untuk jangka waktu tertentu.
- Biaya sewa tempat dan renovasi interior sesuai dengan standar desain resmi.
- Penyediaan peralatan kopi canggih dan furnitur berkualitas tinggi.
- Biaya pelatihan karyawan agar sesuai dengan standar layanan perusahaan.
- Penyediaan bahan baku awal untuk memulai operasional toko.
Selain modal awal, mitra juga perlu memperhatikan biaya operasional bulanan yang akan muncul kemudian. Anda harus menyisihkan dana untuk gaji staf, biaya utilitas seperti listrik dan air, serta biaya pemasaran lokal. Ada juga sistem bagi hasil atau royalty fee yang biasanya dikenakan sebesar 5% dari total omzet bulanan. Perhitungan matang sejak awal akan membantu Anda dalam mengelola arus kas bisnis dengan lebih sehat.
Proyeksi Keuntungan Bisnis Franchise Tomoro Coffee

Berbicara mengenai keuntungan, bisnis kopi memiliki margin yang tergolong cukup besar dibandingkan sektor kuliner lainnya. Dalam ekosistem franchise Tomoro Coffee, potensi profitabilitas didorong oleh volume penjualan yang tinggi setiap harinya. Rata-rata gerai yang berada di lokasi strategis mampu menjual ratusan cangkir kopi dalam satu hari kerja saja. Margin keuntungan kotor per cangkir bisa mencapai angka 60% hingga 70% dari harga jual.
Jika sebuah gerai mampu menghasilkan omzet harian sekitar Rp5 juta, maka pendapatan bulanan mencapai Rp150 juta. Setelah dikurangi biaya bahan baku, gaji karyawan, sewa tempat, dan royalti, laba bersih yang bisa dikantongi berkisar 20% hingga 25%. Angka ini tentu sangat menarik bagi para pemodal yang menginginkan penghasilan pasif yang stabil. Efisiensi operasional yang didukung oleh sistem IT terpadu juga meminimalkan risiko kerugian akibat pemborosan bahan.
Faktor lain yang mendukung keuntungan adalah loyalitas pelanggan yang sudah terbentuk melalui aplikasi mobile resmi. Pengguna aplikasi sering mendapatkan promo menarik yang mendorong mereka untuk melakukan pembelian ulang secara rutin. Hal ini memberikan kepastian trafik pelanggan bagi setiap pemilik franchise Tomoro Coffee di berbagai lokasi. Pemanfaatan data pelanggan ini menjadi senjata utama dalam memenangkan persaingan di pasar kopi yang semakin ketat.
Perhitungan Estimasi Balik Modal (BEP)
Salah satu pertanyaan paling sering muncul adalah kapan modal awal yang telah dikeluarkan bisa kembali sepenuhnya. Dalam istilah keuangan, masa ini disebut sebagai Break Even Point atau BEP yang menjadi indikator kecepatan perputaran uang. Untuk investasi franchise Tomoro Coffee, periode balik modal rata-rata tercapai dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan. Durasi ini dianggap sangat ideal untuk bisnis kategori food and beverage berskala menengah ke atas.
Tentu saja, kecepatan BEP ini dipengaruhi oleh beberapa variabel penting yang harus Anda perhatikan. Lokasi yang memiliki kepadatan aktivitas tinggi, seperti area perkantoran atau pusat perbelanjaan, cenderung lebih cepat balik modal. Selain itu, manajemen biaya operasional yang disiplin juga berperan besar dalam mempercepat pengembalian investasi tersebut. Semakin cepat Anda mencapai titik impas, semakin cepat pula Anda bisa menikmati keuntungan murni dari bisnis ini.
Sebagai contoh simulasi sederhana, jika modal awal Anda adalah Rp600 juta dengan laba bersih Rp40 juta per bulan. Maka dalam waktu 15 bulan, Anda sudah bisa mengembalikan seluruh modal investasi awal Anda tersebut. Setelah melewati masa 15 bulan, seluruh keuntungan bulanan akan menjadi pendapatan bersih bagi pemilik gerai. Skema perhitungan ini membuat franchise Tomoro Coffee menjadi instrumen investasi yang sangat masuk akal bagi pengusaha pemula maupun profesional.
Keberlanjutan bisnis juga sangat terjamin karena kopi telah menjadi kebutuhan pokok bagi banyak masyarakat modern saat ini. Tren meminum kopi bukan lagi sekadar gaya hidup sesaat, melainkan sudah menjadi budaya kerja dan bersosialisasi. Dengan kualitas produk yang selalu terjaga, gerai Anda akan tetap relevan meskipun tren pasar terus berubah. Mengambil peluang di franchise Tomoro Coffee adalah langkah strategis untuk mengamankan masa depan finansial Anda melalui sektor riil.
