Franchise Mixue: Biaya Franchise, Royalti & Sistem Kerja

Fenomena gerai es krim dengan logo manusia salju ini telah menjadi pemandangan biasa di berbagai sudut kota. Popularitas franchise Mixue seolah tidak pernah padam meskipun banyak merek baru yang mencoba peruntungan serupa. Bisnis asal Tiongkok ini berhasil mendominasi pasar berkat strategi harga yang sangat terjangkau bagi semua kalangan.
Banyak calon pengusaha kini mulai melirik potensi keuntungan dari merek yang sangat viral di media sosial ini. Namun, sebelum Anda menanamkan modal, pemahaman mendalam mengenai struktur biaya dan operasional sangatlah krusial. Artikel ini akan membahas secara mendetail mulai dari biaya, sistem royalti, hingga cara kerja kemitraannya secara transparan.
Mengapa Franchise Mixue Masih Menjadi Primadona?
Memasuki tahun 2026, tren konsumsi minuman manis dengan harga ekonomis masih menunjukkan kurva pertumbuhan yang stabil. Keunggulan utama dari franchise Mixue terletak pada kekuatan rantai pasok mandiri yang mereka bangun secara global. Hal ini memungkinkan setiap mitra menjual produk berkualitas tinggi tanpa harus membebankan harga mahal kepada konsumen.
Perusahaan pusat memiliki pabrik bahan baku sendiri yang memasok kebutuhan seluruh gerai di berbagai belahan dunia. Efisiensi produksi inilah yang membuat harga pokok penjualan tetap rendah dan kompetitif di pasaran. Selain itu, kesadaran merek yang sudah sangat kuat memudahkan pemilik gerai dalam menarik minat pelanggan baru.
Strategi pemasaran yang agresif melalui kanal digital membuat setiap peluncuran menu baru selalu menjadi pembicaraan hangat. Pemilik gerai tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran besar untuk promosi di tingkat lokal karena pusat sudah melakukannya. Kepercayaan publik terhadap standar rasa yang konsisten menjadi modal berharga bagi setiap orang yang bergabung.
Rincian Biaya Franchise Mixue Terbaru
Bagi Anda yang berencana membuka gerai, persiapan modal awal merupakan langkah paling krusial yang harus diperhitungkan. Biaya untuk bergabung dengan franchise Mixue sebenarnya cukup kompetitif jika kita bandingkan dengan waralaba minuman global lainnya. Total investasi yang dibutuhkan biasanya berkisar antara Rp700 juta hingga Rp900 juta untuk satu lokasi.
Berikut adalah rincian estimasi komponen biaya yang perlu Anda siapkan sebagai calon mitra bisnis:
- Deposit Jaminan: Rp40.000.000 yang bersifat dikembalikan jika kontrak kemitraan berakhir tanpa pelanggaran.
- Biaya Manajemen: Rp18.000.000 hingga Rp24.000.000 per tahun tergantung pada klasifikasi wilayah lokasi gerai.
- Peralatan dan Mesin: Estimasi mencapai Rp170.000.000 hingga Rp185.000.000 untuk paket lengkap mesin es krim dan teh.
- Bahan Baku Awal: Sekitar Rp100.000.000 hingga Rp130.000.000 untuk pengisian stok perdana sebelum pembukaan resmi.
- Biaya Pelatihan: Rp3.000.000 untuk edukasi standar operasional bagi pemilik dan seluruh kru yang bertugas.
- Renovasi Gerai: Estimasi Rp200.000.000 hingga Rp350.000.000 menyesuaikan kondisi fisik bangunan ruko yang digunakan.
Penting untuk dipahami bahwa angka di atas belum mencakup biaya sewa properti tahunan yang harganya bervariasi. Lokasi di pusat perbelanjaan atau area premium biasanya memerlukan dana tambahan untuk menyesuaikan standar dekorasi internal. Oleh karena itu, Anda harus memiliki cadangan dana darurat guna memastikan arus kas tetap aman.
Memahami Sistem Royalti dan Pembagian Keuntungan
Salah satu pertanyaan paling umum dari calon investor adalah mengenai skema bagi hasil bulanan. Berbeda dengan banyak waralaba lain, franchise Mixue memiliki kebijakan yang cukup unik terkait keuntungan operasional. Mereka tidak menerapkan sistem bagi hasil dari laba bersih bulanan yang sering kali memberatkan mitra.
Seluruh keuntungan bersih dari penjualan harian franchise Mixue menjadi hak milik penuh bagi pemilik gerai tersebut secara utuh. Sebagai pengganti royalti bulanan, pihak manajemen hanya membebankan biaya manajemen tahunan yang sudah ditetapkan di awal. Sistem ini sangat menguntungkan bagi pengusaha yang mampu menjaga efisiensi biaya operasional setiap harinya.
Walaupun tidak ada potongan royalti, setiap mitra diwajibkan untuk selalu membeli bahan baku dari distributor resmi. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas rasa dan standar kualitas produk yang sama di seluruh gerai. Dengan skema ini, fokus utama pemilik adalah memperbanyak volume penjualan untuk mempercepat pengembalian modal awal.
Sistem Kerja dan Prosedur Operasional Standar

Menjalankan operasional franchise Mixue membutuhkan disiplin yang sangat tinggi terhadap standar operasional prosedur yang sudah ada. Pihak pusat memberikan dukungan teknis yang menyeluruh mulai dari survei lokasi hingga hari pembukaan gerai. Sistem kerja yang sangat terstruktur memudahkan pengusaha pemula untuk mengelola bisnis ini tanpa kendala berarti.
Tahapan Pendaftaran Kemitraan
Proses untuk menjadi bagian dari ekosistem bisnis ini dimulai dengan pengajuan aplikasi kepada pemegang lisensi. Setelah itu, tim ahli akan melakukan survei lapangan untuk menilai kelayakan lokasi dan potensi pasar di sekitar. Jika lokasi dinyatakan layak, proses akan berlanjut ke tahap penandatanganan kontrak dan pembayaran biaya awal.
Persyaratan Standar Bangunan
Terdapat kriteria fisik tertentu yang wajib dipenuhi agar gerai dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi para pelanggan. Luas bangunan minimal yang disarankan adalah 25 meter persegi dengan lebar depan minimal sekitar 3,7 meter. Selain itu, infrastruktur kelistrikan harus mampu menopang daya minimal 33.000 Watt untuk seluruh peralatan mesin.
Sistem pencahayaan dan desain interior franchise Mixue juga harus mengikuti pedoman branding global yang sudah ditetapkan oleh pusat. Renovasi biasanya melibatkan kontraktor yang sudah memiliki pengalaman dalam membangun gerai minuman dengan standar serupa. Kecepatan renovasi akan sangat menentukan seberapa cepat bisnis Anda bisa mulai menghasilkan pendapatan dari penjualan.
Potensi Keuntungan dan Masa Balik Modal
Dengan harga jual produk yang sangat ramah di kantong, volume transaksi menjadi kunci utama pertumbuhan bisnis. Rata-rata satu gerai franchise Mixue mampu melayani ratusan pelanggan setiap harinya jika berlokasi di area strategis. Banyak mitra yang melaporkan bahwa mereka bisa mencapai titik impas dalam durasi 12 hingga 20 bulan.
Margin keuntungan kotor dari setiap produk minuman yang terjual rata-rata berada di kisaran 60 persen. Setelah dikurangi biaya gaji karyawan, listrik, dan biaya operasional lainnya, laba bersih tetap tergolong sangat menarik. Pengelolaan inventaris yang tepat akan mencegah terjadinya pemborosan bahan baku yang bisa memotong margin keuntungan Anda.
Dunia kuliner memang selalu dinamis, namun merek yang memiliki akar rantai pasok kuat cenderung bertahan lebih lama. Bergabung dengan jaringan global ini memberikan Anda kesempatan untuk belajar langsung dari sistem bisnis skala internasional. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menganalisis potensi pasar di lingkungan tempat tinggal Anda sendiri.
